Resensi Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat malam. Helllooooo, adakah yang gatau novel Bumi Manusia gaes? novel karya Pramoedya ini bagus sekali dan saya sangat merekomendasikan buku ini, cocok banget segala umur apalagi anak muda. Berhubung film Bumi Manusia mau tayang ya dan salah satu pemainnya iqbal, bagi kalian yang gatau cerita pengen tau sinopsisnya,, silahkan baca resensinya gaess. semoga bermanfaat!



Judul Buku      : Bumi Manusia
Pengarang       : Pramoedya Ananta Toer
Genre           : Fiksi- Roman
Penerbit        : Lentera Dipantara
Cetakan         : 2018
Bahasa          : Indonesia
Halaman         : 335 halaman

Sinopsis Novel

Bumi Manusia adalah novel bergenre fiksi roman karya Pramoedya Ananta Toer. Berlatar belakang kisah pada zaman Hindia Belanda. Novel ini mengisahkan seorang pemuda pribumi bernama Minke, yang jatuh cinta pada seorang gadis berwajah Eropa bernama Annelies Mellema. Minke digambarkan sebagai pemuda philogynik namun pintar, dan menyukai sastra. Dirinya pun kerap menulis pada surat kabar. Annelies Mellema digambarkan sebagai dewi yang sangat cantik dengan mata berkilauan seperti sepasang kejora. Gadis itu memiliki seorang ibu bernama Nyai Ontosoroh. Nyai Ontosoroh adalah seorang gundik yang terpelajar dan hebat. Awalnya Minke tidak ingin berhubungan dengan keluarga mereka, karena keluarga nyai dinilai aneh oleh masyarakat sekitar. Hidup Minke berubah dikala ia mulai jatuh cinta pada Annelies dan kemudian memulai hidup bersama nyai dan Annelies di Wonokromo. Masalah selalu berdatangan seiring berjalannya waktu Minke tinggal bersama dengan keluarga nyai.  Seperti adanya desas- desus antara ia dan Annelies, masalah kakak dan ayah Annelies yaitu Robert Mellema, dan Tuan Mellema hingga hak asuh Annelies dan harta peninggalan Tuan Mellema yang diperebutkan.

Kelebihan Novel

Kelebihan novel ini terletak diantaranya pada para tokoh. Tokoh Annelies yang cantik namun kekanakan dan tidak bisa hidup tanpa Minke, tokoh Nyai Ontosoroh yang hebat menyerap ilmu dari tuannya dan tokoh Minke sebagai contoh seorang pemuda pergerakan nasional. Penulisan bahasa pun membuat kita dapat berimajinasi dan membayangkan latar suasana pada zaman dahulu. Selain itu alur dan akhiran dari cerita tidak tertebak.

Kekurangan Novel

Kekurangan pada novel ini yaitu banyak mengandung kalimat- kalimat sastra yang tidak mudah dan sulit dimengerti, serta gaya penulisan bahasa yang sastra sekali.




Komentar